Head Slideshow

Wisata Pangandaran
Sidebar
Kenakeraragaman Wisata dan Pesona Pangandaran

Jumat, 14 Agustus 2015

Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran

Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran

Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, kawasan ini terletak antara 108 derajat 40 BT dan 7 derajat 43 LS dengan koordinat 7°42,366'S 108°39,332'E. Keindahan Cagar Alam Pangandaran dapat Anda nikmati di Taman Wisata Alam Pangandaran. Taman wisata ini berdiri di lahan seluas 530 hektar dan topografinya sebagian besar landai berkisar 2 sampai 3 meter di atas pemukaan laut. Di beberapa tempat terdapat tonjolan bukit kapur yang terjal dengan puncak tertinggi sekitar 20 meter di atas permukaan laut. Ketika berbicara mengenai potensi wisata Pangandaran terbenak akan keindahan pantainya. Tapi ada sisi keindahan Pantai Pangandaran, daerah ini juga memiliki cagar alam yang siap memikat Anda.

Liburan ke Pangandaran pasti yang terpikir adalah keindahan Wisata Bahari yang pantainya mempesona dan sudah terkenal hingga manca negara. Pangandaran sendiri sudah menjadi kabupaten sendiri yang pada Tahun 2012 telah dimekarkan dengan Kabupaten Ciamis.

Pada tahun 1922 taman wisata ini merupakan tanah pertanian yang dibeli oleh seorang Belanda yang kemudian diresmikan menjadi wildreservaat. Karena banyaknya jumlah flora dan fauna di dalamnya, pada Tahun 1961 daerah ini dijadikan ditetapkan sebagai Cagar Alam. Karena adanya potensi yang bisa dijadikan sebagai pendukung pariwisata alam di Pangandaran, maka tahun 1978 cagar alam tersebut dijadikan sebagai Taman Wisata yang berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani.

Rusa di Taman Wisata Alam Pangandaran

Fauna yang bisa ditemukan di taman wisata diantaranya adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis cristata), kalong (Pteropus javanicus), banteng (Bos sandaicus) rusa, kancil, landak , biawak dan beberapa jenis ular termasuk ular pucuk. Sedangkan jenis burung antara lain cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog.

Hutan sekunder yang terdapat di Taman Wisata Alam dihuni oleh flora yang lebih didominasi oleh laban (Vitex pubescens) , kisegel (Dillenia exelsa) merong (Cratox formoreum) , pohon kondang, pohon barringtonia, dan masih banyak lagi lainnya.

Taman Wisata Alam Pangandaran juga memiliki Gua, gua yang dibangun dan dipahat oleh alam (gua karst) seperti Batu Kalde yang merupakan salah satu peninggalan dari zaman Hindu. Beberapa gua seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.

Yang bisa Anda Lakukan di Taman Wisata Pangandaran

Anda dapat bereksplorasi di wilayah Taman Wisata alam dengan berjalan kaki. Sangat banyak di daerah Taman Wisata Alam dan Cagar Alam ini yang dapat di kunjungi. Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasir Putih ada di kawasan cagar alam laut. Lalu, air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak. Padang pengembalaan Cikamal yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 hektar sebagai habitat banteng dan rusa.

di Gua Lanang

Terdapat juga kekayaan sumber daya hayati di Taman Wisata Alam berupa flora, fauna dan keindahan alam. Dengan berbagai ragam flora, kawasan ini juga cocok untuk hidup satwa-satwa liar seperti Dengan berbagai ragam flora, kawasan Taman Wisata dan Cagar Alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain Tando, Monyet Ekor Panjang, Lutung , Kalong , Banteng, Rusa, dan Landak. Jenis burung antara lain burung Merak Hijau, Cangehgar, Tlungtumpuk, Cipeuw , dan Jogjog. Jenis reptilia adalah Biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain Ular Pucuk.

Berikut sebagian nama hewan dengan nama latinnya: Ayam hutan (Gallus gallus), , Kijang (Muntiacus muntjak), Tando (Cynocephalus variegatus), Kalong (Pteroptus vampyrus), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Lutung (Trcyphithecus auratus), Kangkareng (Anthracoceros convexus), Rangkong (Buceros rhinoceros), dan Banteng (Bos sondaicus).

Sekitar 80% pohon yang tumbuh di sana merupakan vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya adalah hutan primer. Pohon-pohon yang tumbuh antara lain, Kisegel (Dilenia excelsea), Laban (Vitex pubescens) dan Marong (Cratoxylon formosum).

Selain itu banyak jenis-jenis pohon seperti Waru laut (Hibiscus tiliaceus), Reungas (Buchanania arborencens), Kondang (Ficus variegata), Teureup (Artocarpus elsatica), Butun (Baringtonia aistica), Ketapang (Terminalia cattapa), dan Nyamplung (Callophylum inophylum).

Pada dataran rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica yang terdiri dari Mahoni (Swietenia mahagoni), Tanaman Jati (Tectona grandis), dan Komis (Acacia auriculirformis).

Selain flora, fauna dan cagar alam laut terdapat juga batu prasasti, Batu Kalde –Salah satu batu peninggalan sejarah zaman Hindu. Gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.

Gua-gua yang Menarik yang harus anda kunjungi

1. Gua Lanang, Gua Lanang berada dalam kawasan cagar alam pananjung Pangandaran. Dengan koordinat 7°42,442'S 108°39,508'E, dahulu diyakini merupakan Kerajaan Pananjung yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Anggalarang. Gua ini merupakan yang paling panjang dibanding dengan Gua Parat dan Gua Panggung. Menurut legenda ada seorang pria yang gagah dan sakti sehingga dijuluki Sang Lanang dan karena ia menjadikan gua ini sebagai tempat tinggal maka gua tersebut dinamakan Gua Lanang.

2. Gua Panggung, pada legenda dahulu, di dalam gua ini hidup seorang Kyai yang bernama Kyai Pancing Benar yang merupakan anak angkat dari Nyai Loro Kidul. Kyai Pancing Benar dikenal juga dengan nama Embah Jaga Laut tidak berasal dari Pangandaran. Beliau merupakan orang Mesir yang datang ke Pangandaran untuk menyebarkan agama Islam.

Di dalam gua ini terdapat sebuah tempat yang berbentuk seperti panggung. Tempat berbentuk panggung tersebut merupakan tempat ibadah para wali atau orang-orang yang hendak naik haji. Gua ini juga dipenuhi batuan stalagtit dan stalagmit. Keindahan Laut Selatan dapat dilihat langsung dari Gua Panggung karena letaknya berada di tepi pantai selatan.

3. Gua Parat, menurut cerita, gua ini merupakan tempat bersemedi beberapa kaum bangsawan dari Mesir, yaitu Pangeran Maja Agung, Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), dan Pangeran Raja Sumenda.

4. Batu Kalde atau Sapi Gumarang merupakan situs prasasti batu yang diyakini merupakan reruntuhan sebuah Candi Hindu kuno. Di candi ini terdapat sebuah arca berbentuk anak sapi. Arca tersebut diyakini merupakan penjelmaan Raden Arya Sapi Gumarang yang kala itu menjabat sebagai menteri pertanian Kerajaan Pananjung.

Semasa hidupnya beliau berhasil menjalankan tugas dengan baik memenuhi kebutuhan rakyat sehingga ketika ia meninggal maka untuk mengenang jasanya, rakyat Pananjung membuat arca berbentuk sapi atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan Kalde. Karena nilai sejarahnya, situs Batu Kalde dianggap sebagai tempat sakral, kramat dan suci. Tidak jauh dari Batu Kalde terdapat 5 makam kuno yang diyakini sebagai makan bangsawan Kerajaan Pananjung.

5. Gua Jepang juga berlokasi di kawasan cagar alam pananjung Pangandaran dengan koordinat 7°42,336'S 108°39,379'E, terbuat dari tembok beton yang sengaja di timbun tanah sebagai benteng pertahanan tentara Dai Nippon (Jepang), dengan lubang-lubang pengintai menghadap ke arah laut, hal itu di maksudkan untuk mengawasi pendaratan dari pihak sekutu Belanda.

Gua Jepang di buat pada Tahun 1941-1945, pembangunan Gua Jepang ini di lakukan oleh para pekerja paksa (Romusa) selama ± 1 tahun, dan sampai sekarang gua jepang di kawasan Cagar Alam Pangandaran belum pernah di renovasi, jadi masih nampak keasliannya. Setiap tanggal 17 agustus di adakan upacara khusus yang dilakukan oleh warga Jepang yang tinggal di sekitar Pangandaran, upacara tersebut biasanya berupa ritual-ritual khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur orang jepang.

Untuk ke Taman Wisata Alam Pangandaran, kita bisa juga naik perahu wisata terlebih dahulu dan masuk ke wilayah Taman Wisata Cagar Alam.

Tips Wisata di Taman Wisata Alam

  • Selama berada di dalam Taman Wisata dan Cagar Alam banyak guide lokal, Anda juga bisa meminta bantuan guide atau penduduk setempat untuk membantu Anda menjelajah Taman Wisata dan Cagar Alam.
  • Tidak ada warung di dalam kawasan Taman Wisata dan Cagar Alam, sebaiknya Anda untuk membawa bekal makanan ringan dan minuman selama kunjungan di Taman Wisata dan Cagar Alam dan jangan sampai membuang sampah sembarangan.
  • Membawa senter atau flash light untuk memasuki gua yang akan di kunjungi karena gelap selama berada di dalam gua.
  • Membawa lotion pelindung kulit untuk menghindari sengatan sinar matahari.



Diposting oleh Imam Badrudin

di 00.24

Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran

Kamis, 16 Juli 2015

Green Canyon, Ngarai Hijau di Pangandaran

Gua Purba Green Canyon Cukang Taneuh

Tempat Wisata Green Canyon terletak di antara Desa Kertayasa dan Desa Batu Karas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat yang jarak nya ± 31 km dari pangandaran. Green Cayon di perkenalkan oleh wisatawan dari Perancis karena warna air sungai nya yang kehijauan.

Sebelum namanya Green Canyon adalah Cukang Taneuh yang berarti jembatan dari tanah dengan lebar ± 3 meter dan panjang ± 40 meter. Anda dapat menyusuri Sungai Cijulang yang sangat menakjubkan sekali, sambil naik perahu di pinggiran sungai, sambil menikmati panorama Green Canyon, dan menjelajahi aliran sungai di sekitar Green Canyon sepuasnya.

Sungai Cijulang Green Canyon

Bila anda ingin mengunjungi Green Canyon, sebaiknya pada musim kemarau karena air di Sungai Cijulang berwarna hijau tosca, sedangkan pada musim hujan air di sungai berwarna coklat dan kemungkinan air sungai akan pasang dan aliran sungai nya deras sehingga tempat ini di tutup untuk umum demi keselamatan yang akan berkunjung ke tempat ini.

Penting!!!

Sebelum body rafting di Green Canyon
1. Aktivitas body rafting dibuka setiap hari kecuali hari Jumat.
2. Persiapan mulai dari Jam 07.00 hingga jam 13.00, bila datang di luar jam tersebut, akan di geser ke hari berikutnya.
3. Beban alam Green Canyon hanya dapat menampung 500 orang per harinya. Demi keselestarian alam, lebih dari jumlah quota, peserta akan di alihkan ke Green Valley Citumang.
4. Batas aman body rafting Sungai Cijulang berdasarkan debit air perhari nya. pada level 50-60, jika lebih dari ambang debit air, akan di alihkan ke Green Valley Citumang.
5. Jika karena alasan quota dan debit air Sungai Cijulang sehingga peserta body rafting tidak dapat melakukan body rafting di Green Canyon, semua biaya yang telah di bayarkan akan di kembalikan 100%.

Quota 500 di hitung berdasarkan siapa yang datang terlebih dahulu, walaupun sudah booking tiket, maka dari itu lebih baik datang lebih awal pada pukul 07.00.

"Jangan ragu untuk melakukan pemesanan tiket body rafting, karena setiap alasan pembatalan yang sudah di bayarkan akan di kembalikan 100%"

Yang Perlu Di Perhatikan:
Sebelum melakukan aktivitas body rafting, penting untuk merencanakan dengan baik untuk Anda dan rombongan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Khusus untuk anak-anak minimal umur 10 Tahun, disarankan untuk menambah pemandu body rafting.
2. Aktivitas body rafting buka setiap hari kecuali hari Jumat.
3. Untuk hari Jumat, hanya melayani wisata perahu dan fun swimming (semi body rafting ) yang di buka pada Jam 13.00
4. Pastikan Anda memiliki tiket atau booking sebelumnya karena quota hanya 500 tiket perhari.

Mekanisme Pemesanan Tiket Body Rafting

+ Silahkan menghubungi marketing kami untuk mendapatkan penawaran khusus pada setiap paket body rafting.
+ Pemesanan tiket body rafting di sarankan minimal 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan.
+ Memilih paket body rafting yang di minati.
+ Melakukan pembayaran uang muka (down payment) sebesar 30% dari total melalui transfer.
+ Melakukan pelunasan sehari sebelum pelaksanaan memalui transfer atau pembayaran di lokasi sebelum pelaksanaan.

Yang Penting Di Perhatikan:

Sebelum melakukan aktivitas body rafting di jamin aman apabila kita memperhatikan hal-hal berikut:
==> Sarapan pagi sebelum beraktivitas, untuk menghindari kram perut dikarenakan perut kosong karena kedinginan.
==> Penderita lemah jantung, epilepsi dan asma tidak diperkenankan mengikuti aktivitas body rafting.


Tiket Masuk Wisata Green Canyon

  1. Satu perahu isi 5 orang Rp.150.000,- bila ingin berenang Rp. 100.000,- per 30 menit.
  2. Body Rafting plus makan Rp. 200.000,- per orang selama 3-4 jam. (Track Panjang) 1 (satu) paket minimal 5 orang
  3. Body Rafting plus makan Rp. 190.000,- per orang selama 2-3 jam. (Track Pendek) 1 (satu) paket minimal 5 orang

Tujuan utama pengunjung ke Green Canyon adalah terowongan menyerupai gua yang berada di bawah jembatan tanah, untuk mencapai gua tersebut, pengunjung harus menyusuri sungai Cijulang menggunakan perahu yang disebut sebagai ketinting. Berangkat dari dermaga Ciseureuh, perahu ini hanya mampu ditumpangi oleh 5 sampai 6 penumpang. Waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan menuju gua ± 30 menit.

Tirai Air di Sungai Cijulang ke Green Canyon

Di sisi aliran sungai, pengunjung dapat menikmati tebing bukit yang ditumbuhi hijaunya pepohonan dan bebatuan yang menghiasinya. Perjalanan tidak akan membosankan karena pemandangan yang indah dan santainya menikmati aliran sungai.

Pada saat hampir sampai, jalur sungai akan menyempit sehingga perahu harus bergantian untuk memasuki jalur ini. Ada pula pengatur yang memberi arahan untuk para pengemudi perahu agar dapat melaju dengan tertib. Mendekati mulut gua, perahu tidak dapat lagi untuk mengantarkan pengunjung, karena jalur yang tidak mungkin dilalui.

aktivitas Body Rafting menerjang jeram Cijulang

Setelah turun dari perahu, pengunjung dapat berenang dengan menggunakan pelampung sambil menikmati sisi gua yang kokoh dengan melihat stalagtit dan stalagmit. Pengunjung akan merasakan air yang terasa dingin dan menyegarkan. Pemandangan semakin cantik ketika menyaksikan air terjun Palatar yang terdapat dalam Gua Green Canyon. Mengarungi air sungai yang dingin dan segar merupakan pengalaman tersendiri yang takkan terlupakan.


Jangan lupa perlengkapan jika akan mengarungi sungai:

  1. Baju ganti.
  2. Dry bag (di siapkan oleh pemandu)
  3. Kamera tahan air.
Aktifitas Body Rafting dari hulu sampai ke Green Canyon patut menjadi pilihan anda karena tidak puas hanya dengan naik perahu. So jangan lewatkan menyusuri sepanjang sungai dari hulu hingga berakhir di Green Canyon dan merasakan dinginnya air sungai sambil menikmati pesona alamnya yang sangat indah sekali.

Menyusuri aliran sungai Cijulang dengan Body Rafting

Aktifitas Body Rafting adalah berenang di sungai Cijulang dari hulu hingga berakhir di Green Canyon dengan memakai perlengkapan keamanan. Jika ada yang belum bisa berenang, masih diperkenankan melakukan aktifitas ini karena semua personal menggunakan peralatan keamanan yang memadai.

Sangat disarankan sebelum kegiatan body rafting, diwajibkan untuk sarapan pagi karena jika perut kita kosong, akan terjadi kram perut karena menahan dinginnya air sungai yang lumayan lama.

Ornamen Gua di sepanjang aliran sungai Cijulang ke Green Canyon

Di usahakan datang ke lokasi sejak pagi hari mulai pukul 08.00 WIB, mengingat durasi pengarungan yang cukup makan waktu 3-4 jam belum lagi mengantri untuk memakai peralatan perlengkapan Body Rafting. Supaya anda dapat menikmati pesona alamnya lebih leluasa. Sampai titik finish sekitar pukul 11.00 - 12.00 WIB, dan di lanjutkan dengan makan siang.

Tips dan Informasi beraktifitas Body Rafting:

  1. Gunakan sepatu olah raga atau sandal gunung sebagai pengaman alas kaki.
  2. Gunakan helm untuk pelindung kepala.
  3. Gunakan decker sebagai pelindung tulang kering kaki.
  4. Pasanglah pengait seperti karet gelang jika anda memakai kacamata.
  5. Gunakan bahan pakaian yang tidak memberatkan anda selama aktifitas Body Rafting.
  6. Jika rambut anda panjang, disarankan untuk mengikat rambut supaya tidak tergerai.
  7. Perhiasan dan barang-barang berharga sebaiknya di titip di Kantor Body Rafting.
  8. Pastikan anda tidak mabuk karena narkoba selama aktifitas Body Rafting.
  9. Jangan malu bertanya pada tour leader atau guide lokal jika ada yang tidak diketahui.
  10. Jika memungkinkan, membawa kamera tahan air serta tongsis supaya dapat mengabadikan pengalaman anda selama di Green Canyon.

Ada 4 Paket dalam Wisata Green Canyon:

  • 1. Body Rafting 10 km.


  • 2. Body Rafting 5 km.


  • 3. Fun Swimming / Semi Body Rafting.


  • 4. Paket Perahu Wisata.






  • Diposting oleh Imam Badrudin

    di 17.46

    Green Canyon, Ngarai Hijau di Pangandaran

    Rabu, 15 Juli 2015

    Wisata Bahari dan Wisata Alam di Pangandaran

    Sunrise di pantai Pangandaran

    Salah satu tempat wisata di daerah Jawa Barat yang tepat untuk keluarga dan kerabat. Alam pantai nya dapat kita nikmati antara lain sunrise dan sunset di satu tempat yang sama. Selain alamnya yang menakjubkan, alam bawah laut juga tidak kalah indah, selain berenang di laut, kita juga dapat snorkelling atau diving di Pantai Pangandaran.

    Pantai Pangandaran di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, jarak dari Jakarta-Pangandaran ± 356 km, Bandung-Pangandaran ± 237 km dan Yogyakarta-Pangandaran ± 386 km.

    asiknya snorkelling di Taman laut Pangandaran

    Di Pangandaran juga terdapat sebuah hutan cagar alam yang dilindungi. Di dalamnya terdapat landak, kijang, burung merak dan monyet. Terdapat sebuah teluk kecil dan tumbuhan bakau di dalam Taman Nasional, di Pananjung juga terdapat beberapa gua yang menarik dikunjungi, seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal dan juga gua peninggalan Jepang saat Perang Dunia II.

    Taman Wisata Alam dapat dituju dengan dua pintu masuk, yaitu melalui pintu Pantai Barat dan pintu Pantai Timur. Pantai Timur adalah kawasan pelabuhan nelayan yang memiliki ombak yang tenang dan lautnya yang dalam tetapi jarang direnangi hanya sekadar untuk memancing atau atraksi permainan air.

    Cagar Alam Pangandaran

    Berbeda dengan Pantai Barat yang merupakan kawasan wisata dengan banyak tempat makanan, penginapan, toko-toko souvenir, penyewaan papan selancar kecil, atv, tatoo, berenang, perahu pesiar, memancing, berkeliling dengan sepeda, para sailing, jet ski, dan sebagainya dan lainnya.

    Pangandaran adalah kawasan pantai yang terletak di bagian selatan Kabupaten Ciamis, provinsi Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di koordinat 108035’ 108041’ T dan 7040’10” – 7040’20” S. Iklim umumnya relatif ringan dengan suhu berkisar antara 250 C sampai 350 C dengan tingkat kelembapan pada 80-90%.



    Kabupaten Pangandaran yang ibukota nya adalah Parigi. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar di utara, Kabupaten Cilacap di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Kabupaten Tasikmalaya di barat.

    Jalur Darat dan Udara ke Pangandaran :


    Dari Jakarta ke Pangandaran bisa melalui Bandung - Tasikmalaya - Kota Banjar, bisa naik bis dari Kp. Rambutan-Pangandaran, anda bisa menggunakan bis langsung menuju terminal pangandaran yang berjarak ± 300 meter menuju gerbang masuk pantai.

    Perahu Wisata menerjang ombak samudra pangandaran

    Dari Bandung ke Pangandaran, naik bis Bandung-Pengandaran via Tasikmalaya-Banjar, anda bisa naik bis dari Terminal Cicaheum Bandung. Bis yang melayani angkutan Bandung-Pangandaran adalah Bis Budiman, ada banyak pilihan AC dan Non-AC.

    Dari Yogyakarta ke Pangandaran, bisa naik bis Yogyakarta-Pangandaran via Cilacap-Kalipucang
    Atau bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi, gunakan jalur yang sama seperti di atas.

    Jalur Udara Menggunakan Pesawat Susi Air


    Bandung: Bandara Husen Sastranegara - Pangandaran Bandara Nusawiru
    Jakarta: Bandara Halim Perdanakusuma - Pangandaran Bandara Nusawiru

    Pangandaran berasal dari kata pangan dan daran yang artinya pangan adalah makanan dan daran adalah pendatang, sehingga banyak orang di daerah pangandaran yang berjualan atau membuka usaha bukan dari asli penduduk Pangandaran.

    Diposting oleh Imam Badrudin

    di 17.01

    Wisata Bahari dan Wisata Alam di Pangandaran

    Kamis, 02 April 2015

    Batu Hiu: Pantai Tebing Karang

    Pantai Batu Hiu

    Pantai Batu Hiu merupakan pantai landai yang cocok untuk bersantai. Dinamai Batu Hiu karena 200 meter dari bibir pantai, terdapat batu karang yang menyerupai sirip ikan hiu.

    Tebing karang yang menjorok ke laut, adalah ciri khas panorama di Pantai Batu Hiu. Batu karang tersebut bisa kita lihat dari atas bukit. Melalui gerbang yang berbentuk patung kepala ikan hiu, kita bisa menapaki bukit kecil dan menikmati pemandangan indah Samudera Indonesia.
    Batu Hiu terdapat sajian menarik karena didalamnya terdapat upaya konservasi penyu yang muncul dan dikelola oleh kelompok masyarakat peduli, sempatkan waktu sejenak untuk proses belajar dari semangat para pelestari alam.

    Bersantai di pantai Batu Hiu

    Masih di daerah Pangandaran, Pantai Batu Hiu sangat indah untuk spot foto-foto, terdapat juga penangkaran penyu. Berjarak ± 14 km dari Pangandaran terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

    Kenapa di namai Batu Hiu? Karena terdapat batu karang yang menyerupai sirip Ikan Hiu yang berjarak 100 meter dari tepi pantai. Pantai Batu Hiu merupakan pantai landai yang cocok untuk bersantai. Anda dapat menikmati sunset yang sangat indah.

    Pantai Batu Hiu terdapat bukit yang terdapat pohon rindang, dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, anda dapat menyaksikan dan mendengarkan suara gemuruh ombak, dari atas bukit juga anda dapat melihat bentangan laut yang luas Samudra Indonesia.

    Ganasnya ombak pantai Batu Hiu

    Begitu kita masuk pintu utama Pantai Batu Hiu, kita dapat melihat sebuah gua yang berbentuk kepala Ikan Hiu besar dan ketika berada di dalam gua tersebut, seolah-olah pengunjung sedang berada di dalam rahang hiu dengan banyak gigi yang tajam. Ketika menuju ujung yang lain, pengunjung akan menemukan sebuah pantai di mana pengunjung dapat bermain-main, bercanda gurau, berfoto-foto bahkan bisa memancing.

    Ada juga beberapa gua di daerah tersebut, penduduk setempat percaya bahwa salah satu gua ini terhubung ke Cirebon di Pantai Utara. Ada Juga legenda Pantai Batu Hiu yang mewarnai tempat wisata yang sangat indah pemandangannya ini. Ada juga cerita cerita rakyat yang bisa saja di hubungkan dengan Pantai Batu Hiu tersebut.

    Legenda Pantai Batu Hiu

    Berikut mengenai legenda dan cerita rakyat mengenai Pantai Batu Hiu, bahwa pada abad ke-11 sejumlah pasukan dari kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Aki Gede dan Nini Gede tiba di tempat ini. Begitu mereka tiba di darat, mereka memutuskan untuk beristirahat dan tinggal sementara di daerah bukit dan kemudian Aki dan Nini Gede memerintahkan pasukan untuk mencari makanan. Nama dari salah satu pasukan Mataram yang di perintahkan oleh Aki dan Nini Gede itu adalah Ki Braja Lintang.

    pesona laut pantai Batu Hiu

    Ki Braja Lintang memutuskan untuk mencari ikan dan menangkap Ikan Hiu. Ketika Aki dan Nini Gede mengetahui tentang ini, di perintahkanlah Ki Braja Lintang untuk melepaskan ikan itu kembali ke lautan. Ketika di lepaskan, ikan hiu tersebut berubah menjadi sebuah batu hitam besar yang berbentuk hiu dan masih bisa dilihat hingga saat ini.

    Penangkaran dan Konservasi Penyu Laut Indonesia

    Kira-kira 50 meter dari tempat parkir Pantai Batu Hiu, disana kita dapat menjumpai penangkaran penyu . Penangkaran penyu merupakan salah satu objek wisata edukasi di daerah Pangandaran, di sana pengunjung dapat mengetahui beberapa jenis penyu serta perkembang biakannya.

    tukik, anak penyu di penangkaran Batu Hiu

    Salah satu keluarga yang peduli pada hewan langka ini mengelola dari Tahun 1982, keluarga ini sangat peduli akan habitat laut. Pengalaman dan informasi yang dimilikinya membuat kita banyak mendapatkan ilmu dan pentingnya menjaga habitat laut demi kelestariannya.

    Untuk berkunjung di tempat pengangkaran penyu ini tidak di pungut biaya, namun ada kotak kecil warna coklat dekat pintu masuk yang maksudnya adalah kotak untuk membeli makan penyu–penyu, itu pun jika kita berkenan untuk mengisi kotak tersebut. Karena peran pemerintah belum dirasakan sampai saat ini untuk mengelola dan memelihara penyu-penyu tersebut. Pengunjung diperbolehkan untuk mengelus, menggendong serta berfoto kepada penyu-penyu yang berada di penangkaran.

    Fasilitas Pantai Batu hiu belum tesedia dengan lengkap, karena lokasi Pantai Batu Hiu masih di sekitar pedesaan sehingga hal ini yang dapat menghambat pengunjung untuk berwisata ke sana. Walaupun fasilitas belum lengkap, banyak wisatawan yang berkunjung, baik dari domestik maupun mancanegara.

    Tiket Masuk Objek Wisata Pantai Batu Hiu

    1. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 3.300,-
    2. Sepeda Motor Rp. 7.500,-
    3. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 19.500,-
    4. Kendaraan Jenis Carry Rp. 36.000,-
    5. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 51.500,-
    6. Bis Kecil/Elf/Commuter Rp. 80.000,-
    7. Bis Sedang Rp. 104.000,-
    8. Bis Besar Rp.172.000,-

    Diposting oleh GO! Explore

    di 06.30

    Batu Hiu: Pantai Tebing Karang

    Batu Karas: Pantainya para Peselancar

    Sewa Papan Selancar di Pantai Batu Karas

    Papan selancar sudah tinggal sewa yang disediakan oleh para operator di sepanjang bibir pantai Batu Karas

    Pantai Batu Karas merupakan surga bagi para peselancar. Meskipun ombaknya menggulung dan cocok untuk kegiatan berselancar (surfing), namun di sisi lain pantai ini mempunyai bibir pantai yang landai dan bisa untuk berenang.

    Bagi peselancar pemula, Pantai Batu Karas merupakan tempat yang pas. Kita bisa menyewa papan selancar ataupun boogie.

    Petugas penjaga pantai juga siap siaga menjaga pantai demi menghindari pengunjung yang kemungkinan terbawa arus. Penjaga pantai melalui pengeras suara kerap menginformasikan batas area aman untuk berenang bagi pengunjung.

    Surfing di pantai Batu Karas


    Diposting oleh GO! Explore

    di 06.19

    Batu Karas: Pantainya para Peselancar